Jenis Alat Pemadam Api dan Kegunaannya

Manusia mengenal api sudah berlangsung sangat lama dimana api digunakan sebagai alat untuk penerangan di kala malam hari, memanggang binatang buruan, menghangatkan badan ketika cuaca dingin, dan alat perlindungan dari binatang buas. Manusia kala itu belum bisa menciptakan api dan melihat seolah-olah unsur panas yang dihasilkan api dirasakan sebagai akibat sambaran petir atau letusan gunung berapi, keadaan tersebut membuat manusia untuk berfikir agar dapat mengontrol api, sehingga api dapat bermanfaat bagi kehidupannya. Penemuan api pada saat itu memberi pengaruh terhadap berakhirnya masa food gathering atau nomaden menjadi food producing atau menetap dan berdampak terhadap perkembangan sosial politik manusia melalui perkembangan pemukiman penduduk yang menetap.

inergen-fire-suppression-system

Api yang sudah diketahui mempunyai manfaat dalam kehidupan manusia ternyata juga mempunyai sifat merusak apabila tidak terkontrol. Sejak itu manusia terdorong untuk berfikir dan mengetahui cara mengontrol keganasan api dengan  menciptakan suatu alat sederhana yang bisa memadamkan api apabila terjadi kebakaran yang tentunya seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi pada masa itu sampai dengan pada masa sekarang.

Dewasa ini, pesatnya pertumbuhan industri, properti, bangunan dan sebagainya, mengharuskan adanya perlindungan akan jiwa manusia dan aset-aset berharga dari bahaya kebakaran. Faktor alam dan kualitas Bahan Bangunan yang buruk terutama yang berhubungan dengan listrik seperti kabel listrik dan alat listrik serta kelalaian manusia menjadi faktor penyumbang terbesar terjadinya musibah kebakaran. Selain sektor residance, sektor industri yang tidak dilengkapi dengan alat pemadaman api yang menyeluruh bahkan terkesan tidak peduli akan sangat rentan akan terjadinya bahaya kebakaran dan kerugian yang ditimbulkan akan lebih besar lagi.

Apa itu Alat pemadam Api ?

Alat pemadam api adalah sebuah seperangkat alat yang didesain dan digunakan untuk memadamkan jenis api yang dapat membahayakan jiwa dan asset berharga dari kebakaran. Perkembangan alat pemadam kebakaran selalu mengikuti perkembangan jaman dan teknologi, baik dalam bentuk modern maupun tradisional. Suatu perangkat proteksi aktif kebakaran portable bisa digunakan untuk memadamkan dan mengendalikan api dalam situasi darurat namun tidak untuk memadamkan jenis api yang besar dan tidak terkontrol seperti api yang telah mencapai langit-langit dan membahayakan pengguna dimana situasi api tersebut menutup  jalan keluar (escape), bahaya akan kekurangan Oxygen (O2) oleh asap, bahaya potensi terjadi ledakan, dan sebagainya atau jenis api yang membutuhkan penanganan dan keahlian dari departemen pemadam kebakaran.

Sejarah Alat Pemadam Api

Para ahli sampai saat ini masih memperdebatkan dan mempunyai banyak versi awal mula sejarah dibuat dan digunakan alat pemadam api. Sebagian ahli memulai pada masa Kerajaan Romawi dibawah pemerintahan Kaisar Agustus (Gaius Julius Caesar Octavianus) yang kira-kira terjadi pada tahun 27 sebelum Masehi (SM) sampai tahun 12 Masehi di Roma yang ditulis dalam buku yang berjudul “Principal of Protection” karya Arthur Cote, P.E dan Percy Bugbee, dibentuklah satuan penjaga malam dari para budak  serta warga negara dan mengembangkan “Departemen Kebakaran” yang pertama untuk tipe penghunian yang bertujuan untuk melindungi manusia dari bahaya kebakaran. Metode yang digunakan pada saat itu adalah melakukan patroli dan pengawasan pada malam hari yang  dilakukan oleh Nocturnes, dan membangun aquaducts yaitu sejenis saluran pipa air yang mengalirkannya keseluruh kota untuk keperluan air sehari-hari dan untuk memadamkan api apabila terjadi kebakaran.

Alat pemadam kebakaran pertama tercatat adalah alat yang dipatenkan pada tahun 1723 di Inggris oleh seorang ahli kimia Ambrosius Godfrey. Alat ini terdiri dari satu drum pemadam kebakaran cair yang mengandung timah ruang mesiu yang dihubungkan sistem sekering yang dinyalakan kemudian meledakan mesiu dan menghamburkan atau menyiram larutan cairan pemadam api. Namun pada tahun 7 November 1729 dalam ulasan mingguan Bradley Messenger, alat ini dinilai penggunaannya terbatas pada batas tertentu mengacu pada efisiensi dalam menghentikan api di London.

Modern pemadam kebakaran diciptakan pada tahun 1818 oleh seorang British Kapten George William Manby, berupa alat tembaga berisi 3 galon (13,6 liter) larutan mutiara abu (kalium karbonat) yang terkandung dalam udara terkompresi. Alat pemadam yang menggunakan larutan soda asam pertama kali dipatenkan pada tahun 1866 oleh Francois Carlier dari Perancis, yang terdiri dari campuran larutan air dan natrium bikarbonat dengan asam tartarat, proses ini menghasilkan gas Co2 propelan.

Sebuah alat pemadam api yang menggunakan larutan soda asam pada tahun 1881 juga telah dipatenkan di Amerika Serikat oleh Almon M. Granger. Pemadam rekannya menggunakan reaksi antara asam sulfat dan larutan natrium bikarbonat untuk mendorong air bertekanan ke api. Botol asam sulfat kental disimpan dalam kemasan tabung silinder. Cara ini tergantung pada jenis pemadaman api, botol asam bisa dipakai dengan merusakan dalam satu dari dua cara. Pertama menggunakan sebuah pendorong untuk memecahkan botol asam, kedua meluncurkan sebuah kubus timah  yang taruh pada tabung atau botol yang ditutup. Ketika asam tersebut dicampur dengan larutan bikarbonat, gas Karbon Dioksida (Co2) keluar sehingga memberikan tekanan pada air. Air bertekanan keluar dari tabung melalui panjang pendek selang atau nozzle.

Alat pemadam yang menggunakan metode pengoperasian Cartridge diciptakan oleh Read & ​​Campbell di Inggris pada tahun 1881 , yaitu dengan menggunakan air atau larutan berbasis air. Mereka kemudian menemukan sebuah model karbon tetraklorida disebut ”Petrolex” yang dipasarkan untuk pemakaian dan penggunaan otomotif.

Metode pemadaman api “gelas granat” yaitu dengan melemparnya ke dalam api. Alat pemadam api berbahan kimia busa diciptakan pada tahun 1904 di Rusia oleh Aleksander Loran yang dipakai untuk memadamkan wadah nafta yang terbakar. Cara bekerjanya mirip dengan jenis pemadaman menggunakan soda asam namun bagian dalamnya yang sedikit berbeda. Tangki utamanya berisi larutan natrium bikarbonat dalam air, sementara kontainer dalamnya (agak lebih besar dibandingkan dalam unit metode soda asam) mengandung larutan aluminium sulfat. Ketika larutan tercampur, biasanya dengan cara membalik unit, dua jenis cairan bereaksi untuk membuat busa berbusa, dan gas Karbon Dioksida (Co2). Gas mendorong busa dalam bentuk jet. Busa merupakan hasil kombinasi reaksi kimia dari natrium dan gel aluminium garam ditambah dengan Karbon Dioksida (Co2) yang menghabiskan busa dari unit.

The Pyrene Manufacturing Company of Delaware pada tahun 1910 mengajukan paten untuk menggunakan Karbon Tetraklorida ( CTC ) untuk memadamkan api dimana cairan menguap dan memadamkan api dengan cara menghambat reaksi berantai kimia dari proses pembakaran. Mereka juga mematenkan pada tahun 1911 alat pemadam portabel dengan menggunakan senyawa kimia terdiri dari kuningan atau kontainer krom dengan integrasi pompa tangan yang digunakan untuk mengeluarkan semburan larutan cairan ke arah api dan alat yang  bisa diisi ulang. Penggunaan Carbon Tetrachloride cocok untuk kebakaran cair dan listrik dan alat pemadam yang dipasang pada kendaraan bermotor . Namun pada tahun 1950 penggunaan Karbon Tetraklorida untuk pemadam dilarang dan ditarik karena termasuk jenis bahan kimia yang beracun yaitu dimana pada paparan konsentrasi tinggi merusak organ internal dan sistem saraf. Selain itu, ketika digunakan pada api, panas dapat mengkonversi CTC ke gas fosgen yang dapat digunakan sebagai senjata kimia.

Jerman menemukan Chlorobromomethane cair ( CBM ) pada tahun 1940, untuk digunakan dalam pesawat. Senyawa kimia ini lebih efektif dan kurang beracun daripada karbon tetraklorida dan digunakan sampai dengan tahun 1969. Pada tahun 1920, Metil Bromida ditemukan sebagai bahan agen pemadam api dan digunakan secara luas di Eropa. senyawa ini adalah gas tekanan rendah yang bekerja dengan cara menghambat reaksi berantai api, namun sangat beracun ketika menguap dan digunakan sampai dengan tahun 1960-an karena dapat menyebabkan kematian dalam ruang tertutup.

Pemakaian metode pamadaman api menggunakan Gas Karbon Dioksida (CO2) diciptakan pada tahun 1924 oleh Walter Kidde pendiri perusahaan KIDDE ketika menanggapi permintaan Bell Telephone untuk memadamkan kebakaran di switchboards telepon yang ketika itu mudah sekali terbakar. perangkat ini terdiri dari sebuah tabung logam yang tinggi mengandung £ 7,5 ( 3,4 kg ) dari CO2 dengan katup roda dan kuningan, selang ditutupi kapas , dengan corong seperti tanduk sebagai nozzle. CO2 masih populer saat ini karena merupakan bahan agen ramah lingkungan. Karbon Dioksida (Co2) memadamkan api terutama dengan mengusir Oksigen (O2).

Pada tahun 1928, perusahaan Dugas yang kemudian dibeli oleh ANSUL  keluar dengan alat pemadam kimia kering menggunakan pengoperasian cartridge, Bahan kimia kering yang digunakan adalah pengolahan Natrium Bikarbonat khusus . CO2 cartridge internal terbuat dari tabung tembaga.  ABC dry chemical datang dari Eropa pada 1950-an, dan jenis dengan Super K ditemukan pada awal 60-an dan pada akhir tahun 1960 Purple K sedang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat . Pada 1970-an, Gas Halon 1211 datang ke Amerika Serikat dari Eropa, dimana  gas ini telah digunakan sejak akhir 40-an atau awal 50-an. Gas Halon 1301 telah dikembangkan oleh DuPont dan Angkatan Darat AS pada tahun 1954. Jenis Gas Halon baik itu jenis 1211 dan 1301 bekerja dengan cara menghambat reaksi berantai api. Gas Halon masih digunakan saat ini, namun berdampak terhadap lingkungan karena merusak lapisan ozon. Australia dan Eropa telah membatasi penggunaannya sejak adanya Protokol Montreal 1987. Namun pembatasan ini kurang diperhatikan pelaksanaannya di Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia.

Sejarah Alat Pemadam Api di Indonesia

Perkembangan alat pemadam kebakaran di Indonesia erat kaitannya dengan sejarah dibentuknya satuan petugas atau sebuah institusi dinas yang bernaung dalam pemerintahan yang mempunyai tugas dan dilatih khusus untuk menanggulangi kebakaran atau penanggulangan masalah yang bersifat darurat lainnya seperti menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas, korban bencana alam, gedung runtuh, dan sebagainya. Petugas pemadam kebakaran atau “Branwir” yang berasal dari Bahasa Belanda “Brandweer” sangat mudah dikenali oleh jenis seragam mereka yang tahan api dan tak mudah terbakar serta mengkilat. Sejarah Branwir dimulai pada tahun 1873, dimana terjadi kebakaran besar di daerah Kramat-Kwitang, dan penguasa residen (sekarang Gubernur DKI Jakarta) ketika itu pada tahun 1915 mengeluarkan peraturan (reglemet) dengan nama “Reglement op de Brandweer in de Afdeeling stad Vorsteden van Batavia” yang sekarang menjadi Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta dan diikuti oleh kota-kota lainnya di Indonesia.

Jenis Api

Sebelum kita mengenal alat pemadam api, kita harus mengetahui terlebih dahulu macam dan jenis api sehingga setelah mengindentifikasi kita dapat memadamkannya dengan mudah. Berikut keterangannya :

1. Segitiga Api

Segitiga Api

Segitiga Api atau kadang-kadang disebut juga segitiga pembakaran adalah sebuah skema sederhana dalam memahami elemen-elemen utama penyebab terjadinya sebuah api atau kebakaran atau ledakan. Bentuk gambar segitiga yang mempunyai tiga sisi menjelaskan bahwa sebuah api / kebakaran / ledakan dalam proses terjadinya membutuhkan tiga unsur utama, yaitu : panas (heat), bahan bakar (fuel), dan agen oksidator (biasanya Gas Oksigen (O2) atau bisa juga Gas Nitrous Oxide (N2O), dan lain-sebagainya).

Api / kebakaran / ledakan dapat dipadamkan atau bahkan dicegah dengan menghilangkan atau menghapus salah satu unsur dari tiga unsur utama yang ada dalam  ilustrasi segitiga api tersebut. Api / kebakaran / ledakan pasti akan terjadi ketika tiga unsur dalam segitiga api bergabung dalam komposisi dan waktu yang tepat.

Tanpa adanya panas yang cukup, sebuah kebakaran atau ledakan tidak dapat dimulai dan apabila sudah terjadi, kebakaran / ledakan tersebut tidak dapat berlanjut yang dapat membahayakan sekitarnya. Unsur panas bisa dihilangkan dengan menggunakan zat yang dapat mengurangi jumlah panas (kalor) yang tersedia untuk memungkinkan terjadinya sebuah ledakan atau api atau kebakaran. Air merupakan salah satu jenis zat yang sering digunakan dengan merubah fasenya dari fase cair menjadi fase uap atau menguap menjadi gas.

Unsur yang kedua dari Segitiga Api adalah bahan bakar (fuel). Sebuah api / kebakaran / ledakan akan berhenti tanpa adanya kehadiran bahan bakar atau dengan bahasa sederhananya “makanannya api”. Sebuah kebakaran mengkonsumsi seluruh bahan bakar (fuel)  dan apabila kita hilangkan secara manual melalui proses mekanis atau kimiawi dengan cara  menghilangkan bahan bakar dari sebuah api / kebakaran tentu api atau kebakaran akan berhenti. Proses pemisahan bahan bakar merupakan faktor penting dalam proses pencegahan terjadinya kebakaran dan ini merupakan dasar dari strategi yang sering digunakan dalam mengontrol terjadinya kebakaran atau ledakan.

Unsur yang ketiga dari Segitiga Api adalah agen oksidator (zat pembakar) yang pada umumnya adalah Gas Oxygen (O2). Ketika kita menghilangkan Oxygen (O2), sebuah kebakaran atau ledakan tidak dapat tersulut dan tidak dapat berlanjut dan menghancurkan lingkungan sekitarnya apabila itu sudah terlanjur terjadi. Dengan melakukan pengurangan konsentrasi Oxygen (O2), maka suatu proses pembakaran akan melambat. Oxygen (O2) adalah salah satu gas yang secara alami terkandung di udara bebas, tetapi dalam banyak kasus peristiwa,  masih ada sedikit udara yang tertinggal meskipun api atau  kebakaran sudah padam.

2. Jenis Kelas atau Tipe Api

Definisi Kelas atau Tipe Api berdasarkan kategori kebakaran dan penanggulangan bahaya kebakaran menurut pasal 23 & 24 Perda DKI Jakarta No. 3 Tahun 1992 adalah sebagai berikut :

  • Kelas atau Tipe A : Kelas atau Tipe Api A adalah jenis kebakaran yang disebabkan oleh bahan biasa yg mudah terbakar seperti kayu, kertas, pakaian dan sejenisnya.
  • Kelas atau Tipe B : Kelas atau Tipe Api B adalah jenis kebakaran yang disebabkan dari bahan cairan yg mudah terbakar seperti minyak bumi, oli,  gas, lemak dan sejenisnya.
  • Kelas atau Tipe C : Kelas atau Tipe Api C adalah jenis kebakaran yang disebabkan dari listrik (seperti kebocoran listrik, korsleting) termasuk kebakaran pada alat-alat listrik.
  • Kelas atau Tipe D : Kelas atau Tipe Api D adalah jenis kebakaran yang disebabkan oleh logam seperti Zeng, Magnesium, serbuk Aluminium, Sodium, Titanium dan lain-lain.

3. Media Bahan atau Agent untuk Memadamkan Api

Ansul

a. Dry Chemical Powder atau Serbuk Kimia Kering
Dry Chemical Powder adalah campuran dari fosfat Mono-amonium dan ammonium sulphate, jenis media ini berfungsi mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran sehingga api menjadi padam. Cara kerja media ini adalah dengan mempunyai titik lebur yang rendah dan partikel yang sangat kering yang akan membengkak apabila terkena panas dan membentuk penghalang hingga Oxygen (O2) tidak dapat masuk sehingga dapat menutupi area kebakaran (api), yang akhirnya api tidak akan menyala dikarenakan pijakannya ditutupi oleh Serbuk Kimia Kering. Berikut kelebihan dari media ini :

  • Merupakan media pemadam api serbaguna (multi purpose), aman dan luas pemakaiannya karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C.
  • Tidak beracun (Non Toxic).
  • Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.
  • Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif).
  • Dapat menahan radiasi panas dengan kabut (serbuk) partikelnya.

b. Gas Karbon Dioksida (Co2)
Fire and Safety Equipment1

Gas Karbon Dioksida (CO2) merupakan senyawa bahan kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon + 2 atom oksigen, yang dapat dihasilkan baik dari kegiatan alamiah maupun kegiatan manusia. Berikut keistimewaan media Gas Co2 :

  • Dapat dipakai untuk memadamkan jenis kebakaran kelas B dan C karena berbentuk bahan gas, Co2 tidak merusak dan berdayaguna yang efektif dan bersih.
  • Karbon Dioksida (Co2) dapat menyerap panas dan sekaligus mendinginkan.
  • Sangat efisien dan efektif penggunaannya dalam ruangan seperti kantor, lab dan ruangan tertutup lainnya.
  • Material konstruksi tabung dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi dan dilengkapi dengan selang yang panjang dengan nozzle yang berbentuk corong untuk mengarahkan keluarnya gas Co2.
  • Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia namun berbahaya bagi manusia apabila Co2 didalam ruangan lebih besar daripada Oksigen (O2).

3. Aqueous Film Forming Foam (Foam AFFF)
Foam AFFF merupakan media berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, fluoro surfactant seperti : fluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), dan asam perfluorooctanesulfonic (PFOS). Senyawa kimia tersebut mempunyai kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol resistant aqueous film forming foams (AR AFFF) adalah busa atau foam yang tahan terhadap reaksi dari alkohol serta dapat membentuk lapisan semen atau pelindung ketika dipakai atau disemprotkan. Berikut keunggulan Foam AFFF :

  • Dapat dipakai untuk memadamkan api kelas A namun sangat cocok jika digunakan untuk kelas B.
  • Busa atau Foam bersifat ringan, sangat efektif untuk memadamkan zat cair yang mudah terbakar dengan cara mengisolasi Oxygen (O2) serta menutupi permukaan zat cair untuk menghindari api yang dapat menjalar (meluas) kembali.
  • Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.
  • Bersifat Konduktif atau Penghantar Listrik yang baik sehingga tidak bisa dipakai untuk memadamkan api kelas C.

4. Gas Pengganti Hallon Non CFC (HCFC-141B)
Gas Pengganti Hallon (HCFC-141b) merupakan senyawa kimia hydrochlorofluorocarbon (HCFC) dan merupakan senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts. Berikut kelebihan media ini :

  • Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu.
  • Merupakan penghantar listrik yang buruk (isolator) sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.
  • Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.
  • Sangat efektif untuk digunakan pada semua resiko kelas kebakaran A, B dan C.

Jenis Alat Pemadam Api

Secara umum jenis alat pemadam kebakaran terbagi menjadi dua macam :

1. Alat Pemadam Portable (Portable Fire Extinguisher) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR adalah alat pemadam api berupa tabung berbentuk silinder yang mudah dioperasikan cukup oleh satu orang pengguna saja,  karena bentuknya yang kecil serta beratnya yang dapat ditanggung oleh satu orang saja dan didesain bersifat mobile. Jenis unit Portable ini memiliki kekurangan dan kelebihan, dimana tabung jenis ini dapat mematikan api pada awal terjadinya kebakaran atau bersifat pencegahan darurat, tetapi tidak direkomendasikan untuk kebakaran yang sudah membesar dan dapat membahayakan jiwa.

Berikut media atau agent APAR yang digunakan diantaranya :

a. Serbuk Kering atau Dry Chemical Powder

b. Gas Carbon Dioxide (Co2)

c. Foam AFFF (Aqueoues Film Forming Foam)

d. Air

Cara kerja APAR terbagi dua yaitu :

  • Stored Pressure yaitu : tabung pemadam api yang menggunakan Gas Nitrogen (N2) sebagai pendorong untuk memberikan tekanan atau dorongan sehingga mengeluarkan media atau agent pada APAR, disini media atau agent APAR dicampur bersama gas Nitrogen (N2). Kekurangan tipe ini adalah karena Gas Nitrogen (N2) disimpan dalam tabung bersama agent, apabila seal karet tidak tertutup rapat akan mengakibatkan kebocoran, hasilnya Gas Nitrogen (N2) akan keluar dan media atau agent APAR tidak dapat keluar karena tidak ada gas pendorong. Kunci pemakaian tipe ini adalah maintenance yang teratur.
  • Cartridge Operate yaitu : tabung pemadam api yang menggunakan tekanan Gas Nitrogen (N2) atau Gas Karbon Dioksida (CO2) yang tersimpan dalam tabung cartidge kemudian dibuka dengan tiba-tiba, gas yang keluar dialirkan melalui pipa atau selang ke badan tabung tempat penyimpanan media atau agent APAR sehingga memberikan tekanan atau dorongan yang kuat dan menyemburkan media atau agent APAR untuk keluar dan mematikan api. Disini, media atau Agent APAR ditempatkan terpisah. Kelebihan tipe ini adalah perawatan yang mudah sekali karena antara tabung cartridge yang didalamnya gas pendorong tidak tercampur dengan media atau agent APAR.
  • Gas Agent extinguisher yaitu : tabung pemadam api yang menggunakan jenis gas tertentu sebagai pendorongan juga sekaligus sebagai media atau agent APAR untuk mematikan api. Gas yang dimaksud biasanya antara lain : Gas Karbon Dioksida (Co2), Gas Halon, Gas Inergen, dan sebagainya. Kelebihan tipe ini adalah selain perawatan yang mudah juga dalam pemakaiannya tidak begitu mengotori tempat kejadian.

2. Alat pemadam kebakaran tersistem (fire suppression system)

Sistem Pemadaman Kebakaran biasanya digunakan oleh industri menengah dan industri berat (heavy industry), gedung-gedung bertingkat, dan sebagainya. Sistem pemadaman kebakaran menjadi kebutuhan yang mutlak bagi beberapa jenis industri guna membantu kontrol atas kerusakan aset peralatan. Cara kerja sistem ini melalui sensor panas, kabel-kabel, atau sistem deteksi secara manual tergantung sistem yang dipilih untuk memberikan perintah mengeluarkan media atau agent pemadam api apabila terjadi kebakaran.

Berikut jenis media atau agent yang sering digunakan dalam sistem pemadaman kebakaran antara lain :

a. Air disemprot melalui sprinkle yang dipasang di setiap ujung cabang-cabang instalasi pipa khusus pemadam. Sistem ini bersifat Indoors atau dipasang dalam ruangan, sedangkan Outdoors disemprot melalui water cannon.

b. Foam AFFF (Aqueoues Film Forming Foam), metodenya sama dengan media air pada no. 1 diatas, yang membedakannya adalah air ditambah dan dicampur media busa atau foam agent yang secara kimia diproduksi untuk menyelimuti bahan bakar (fuel) agar tidak terbakar kembali.

c. Gas Agent Extinguisher, metodenya atau cara kerja sama dengan nomor satu dan dua yang membedakan media dan agentnya menggunakan Gas Karbon Dioksida (Co2) atau Gas Halon atau Gas Inergen. Sistem ini hanya digunakan pada ruang tertutup atau diaplikasikan untuk Indoors.

Tips Memadamkan Api

Berikut beberapa tips memadamkan api dan bahan-bahan untuk memadamkan api tersebut:

  1. Metode penguraian yaitu cara memadamkan dengan menjauhkan atau memisahkan bahan atau benda-benda yg dapat terbakar
  2. Metode pendinginan yaitu cara memadamkan kebakaran dengan menurunkan suhu atau panas. Secara umum Air yg paling banyak digunakan dalam menurunkan panas dengan jalan menyiramkan atau menyemprotkan air ke titik api.
  3. Metode Lokalisasi atau Isolasi yaitu cara pemadaman kebakaran dengan mengurangi kadar persentase Gas Oksigen (O2) pada benda-benda yang terbakar.

Jual Alat Pemadam Kebakaran

1386554544176

Majunya laju pembangunan di segala bidang harus pula sejalan dengan upaya untuk melindungi asset-asset berharga yang dimiliki dari segala kemungkinan bahaya yang terjadi. Salah satunya adalah melindungi dari bahaya kebakaran. PT. Gas Depo Industry sangat memahami akan hal ini dengan  menyediakan berbagai macam jenis pemadam kebakaran dan maintenance service alat-alat pemadam kebakaran mulai dari bentuk portable atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga sistem (Fire Suppresion System) yang dapat digunakan sesuai kebutuhan customers. Saat ini kami adalah agen supplier distributor utama dari Alat Pemadam Api Merk Pyrochem yang telah mempunyai standard Internasional ISSO, serta stockis merk Ansul, American La France, Kidde, YAMATO dan lain-lain.

 Isi Ulang Alat Pemadam Api

Isi ulang dan refill alat pemadam api kebakaran dengan media isi antara lain Dry Chemical Powder, Carbon Dioxide (Co2), Foam AFFF, Halon, Inergen dengan harga murah, kualitas produk terjamin, delivery cepat, dan pelayanan yang dapat diandalkan dari PT. Gas Depo Industry. Kami juga melayani pengadaan tabung pemadam baru dan sistem instalasi pipa pemadam kebakaran terintegrasi. Saat ini semua produk kami sudah dipakai oleh berbagai macam industri seperti untuk keperluan offshore/onshore dalam industri minyak dan gas bumi (migas) atau oil and gas, marine industry seperti untuk perlindungan dari kebakaran untuk kapal laut/ship vessel/boat/tanker, gedung bertingkat, dan sebagainya.

Segera hubungi tim sales dan call center kami untuk pemesanan dan mendapatkan pelayanan tentang alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda dari PT. Gas Depo Industry.

Call Center : 08179867722

E-mail : Sales@gasdepo.co.id

 

Harga Nitrogen Cair

Harga Nitrogen cair terbaik yang sesuai untuk segala kebutuhan Anda seperti untuk membuat es krim, mengecilkan logam, menyimpan material biologis, mengawetkan makanan, mendinginkan sesuatu, dan lain sebagainya. PT. Gas Depo Industry sebagai agen distributor dan supplier menjual nitrogen cair atau liquid nitrogen dengan kualitas isi terbaik, delivery cepat, dan pelayanan yang memuaskan karena kami percaya kepuasan pelanggan menentukan masa depan kami. Selain Nitrogen cair kami juga menjual gas-gas industri lainnya dalam bentuk cair antara lain:

  • Oksigen (O2) cair atau LOX atau Liquid Oxygen (O2)
  • Argon (Ar) cair atau LAr atau Liquid Argon (Ar)
  • Karbondioksida (Co2) cair atau Liquid Carbon Dioxide (Co2)
  • Hidrogen (H2) cair atau Liquid Hydrogen (H2)
  • Propane (C3H8) cair atau Liquid Propane (C3H8)
  • Helium (He) cair atau Liquid Helium (He)
  • Elpiji cair atau Liquid LPG

Nitrogen Cair atau Liquid Nitrogen

Nitrogen dengan lambang kimia N2 merupakan gas yang mengisi sekitar 70 % lebih ruang atmosfer bumi sisanya Oksigen (O2) 28 %, Argon (O2) 1 % dan jenis gas mulia lainnya. Gas Nitrogen (N2) bersifat tidak beracun (non-toxic), tidak ada warna (colorless), tidak ada bau (odorless), tidak ada rasa (tasteless), dan termasuk jenis gas Inert yaitu jenis gas diatomik bukan logam yang stabil tidak aktif bahkan sangat sulit bereaksi dengan unsur dan senyawa lainnya. Nitrogen (N2) berasal dari kata Bahasa Yunani ” Nitron ” dan kata Bahasa Latin ” Nitrum ” yang berarti ” Pembentukan “, ” Gen ” atau ” Soda Asli “. Gas Nitrogen (N2) ditemukan pada tahun 1772 oleh seorang ilmuwan kimia, fisika dan ahli botani dari Skotlandia yang bernama Daniel Rutherford. Namun pada masa yang sama yang tidak jauh berbeda Gas Nitrogen (N2) juga dipelajari oleh Henry Cavendish, Joseph Priestley, dan Carl Wilhelm Scheele.

Seiring dengan adanya arus industrialisasi dan meningkatnya permintaan akan Nitrogen (N2) untuk berbagai keperluan industri, Nitrogen (N2) diproduksi pada skala industri dalam jumlah dan volume yang besar di pabrik pemisahan udara dimana udara dihisap, disaring, dibagi, dipampatkan dan didinginkan pada suhu ekstrem, dan terakhir dicairkan menjadi tiga jenis gas yaitu Nitrogen (N2), Oksigen (O2), dan Argon (Ar). Nitrogen (N2) berubah wujud dari bentuk gas menjadi cair pada suhu cryogenic yang sangat rendah yaitu -210 derajat celcius.

Kegunaan N2 Cair

Akhir-akhir ini, orang lebih mengenal Nitrogen (N2) mungkin hanya sebatas gas pengisi ban pada kendaraan bermotor seperti untuk ban motor dan ban mobil, dimana gas ini digunakan sebagai pengganti isi udara yang dipompa atau ditekan melalui kompresor yang sering kita temui di tempat tambal ban di pinggir jalan. Sedangkan dalam bentuk Nitrogen cair, orang mengenalnya ketika diperkenalkan teknik pembuatan ice cream atau es krim secara instan dan praktis dengan menggunakan Nitrogen cair. padahal sebenarnya Nitrogen (N2) mempunyai banyak kegunaan lain yang dipakai oleh berbagai industri yang tanpa terasa sudah melekat pada kehidupan manusia.

Nitrogen (N2) mempunyai peranan yang sangat besar dalam perindustrian dan merupakan gas yang serba guna, karena sifatnya yang Inert Nitrogen (N2) dipergunakan oleh banyak industri kimia, petrokimia, agro industri, oil and gas industri, pharmaceutical, oleochemical, dan  dalam bentuk cair (liquid) Cryogenic Nitrogen (N2) dipakai untuk membekukan makanan, mengawetkan material biologi, daur ulang material komposit, dan pendingin pada terapi rematik dan refrigerant pada tindakan operasi bedah pada suhu rendah (cryosurgery), dalam bentuk gas Nitrogen (N2) dipergunakan sebagai atmospheric gas yaitu menggantikan Oksigen (O2) atau gas lainnya dalam udara yang dapat merusak atau bahkan berbahaya pada kegiatan proses pengerjaan.

Kontainer atau Tabung Nitrogen cair

Nitrogen (N2) pada bentuk cair (Liquid N2) atau kadang disingkat LIN disimpan dan ditransport dalam wadah kontainer bejana antara lain :

  1. Tabung Dewar : dipergunakan untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas dibawah 50LiterTabung dewar
  2. Tabung Vessel Gas Liquid (VGL) atau Portable Gas Supply (PGS) : dipergunakan untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas 150 Liter keatas PGS or VGL1
  3. Tanki/Cryogenic Tank atau Bulk atau Isotank : dipergunakan untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas 1.000 Liter keatasTanki  Liquid Gas O2, N2, Ar, CO2, He, H2

Harga Nitrogen Cair Termurah

PT. Gas Depo Industry sebagai perusahaan liquid & gas industri terintegrasi merupakan solusi  satu pintu atas segala kebutuhan gas industri Anda, salah satunya adalah Nitrogen cair atau Liquid Nitrogen, karena kami merupakan agen supplier distributor N2 cair dengan  harga murah bersaing dan sudah berpengalaman dalam mensuply Nitrogen cair untuk berbagai industri mulai dari industri yang membutuhkan perhatian khusus seperti oil and gas sampai untuk industri kuliner seperti untuk pembuatan es krim instan.

Segera hubungi tim sales dan call center kami untuk pemesanan produk Nitrogen cair dari PT. Gas Depo Industry.

CALL CENTER : 08179867722

E-MAIL : sales@gasdepo.co.id

Perbedaan Las Argon dengan Las Biasa

Perbedaan las Argon dengan las biasa mungkin itu pertanyaan mendasar yang sering ditanyakan oleh banyak orang terutama yang masih awam akan dunia pengelasan atau welding. Bagi Anda yang biasa bekerja di workshop maupun bekerja di proyek dengan pekerjaan – pekerjaan pengelasan carbon (MS/CS), besi dan stainless steel (SS) mungkin sudah sangat akrab dan tidak heran dengan las argon ataupun teknik pengelasan umum lainnya seperti dengan menggunakan Karbit, Acetylene (C2H2), atau elektroda (stick). Berikut keterangan perbedaan las menggunakan Gas Argon dengan gas biasa yang mudah-mudah dapat membantu Anda.

Argon Welding

Las Argon adalah ?

Definisi kata “Las” menurut Kamus Bahasa Indonesia (1994) adalah : “Penyambungan besi dengan cara membakar”. Menurut Maman Suratman (2001:1) menjelaskan bahwa definisi kata pengelasan berarti salah satu cara menyambung dua bagian logam secara permanen dengan menggunakan tenaga panas. Sedangkan Srwidartho memberikan definsi las adalah suatu cara untuk menyambung benda padat dengan jalan mencairkan melalui pemanasan. Dan berdasarkan definisi menurut Deutche Industrie Normen (DIN) dalam Harsono dkk (1991:1), definisi las adalah ikatan metallurgi pada sambungan logam paduan yang dilakukan dalam keadaan cair atau lumer. Berdasarkan definisi-definisi las diatas kita bisa mengambil kesimpulan las adalah proses menyambung besi dengan cara membakar sehingga besi menjadi cair sehingga dapat disambung yang dalam hal ini menggunakan media gas argon sebagai shield atau gas pelindung.

Gas Argon

FOTO GAS PRODUCT

Argon dengan lambang rumus kimia Ar mempunyai sifat tidak ada warna (colorless), tidak ada rasa (tasteless), tidak berbau (odorless), tidak beracun (non-toxic), tidak mudah terbakar (non-flammable), tidak membuat karat (non-corosive) dan salah satu gas yang bersifat Inert. Pada skala dan level industri, gas ini diproduksi di pabrik pemisahan udara yang membagi, menyaring, memampatkan, dan mendinginkan udara menjadi Oxygen (O2), Nitrogen (N2), dan Argon (Ar), namun karena jumlahnya hanya 1% dari atmosfer bumi, hal ini menjadi sulit diproduksi dalam jumlah yang besar dan kadang membuat gas ini menjadi langka di pasaran karena jumlah permintaannya lebih besar dari supply.

Perbedaannya dengan teknik pengelasan lain

Berikut perbandingan teknik las Argon dengan teknik konvensional lainnya :

1. Sumber Api

Proses pengelasan Argon menggunakan sumber api yang berasal dari listrik yang dihasilkan oleh mesin las berupa travo (inverter). Pada pengelasan karbit, Proses pengelasannya menggunakan sumber api yang berasal dari gas yang dihasilkan oleh perendaman karbit, sedangkan pada las Acetylene (C2H2), gas Asetilen tersebut digunakan sebagai bahan bakar (fuel) untuk membuat sumber api. Pada dasarnya Las Karbit dengan Las Acetylene adalah sama yang membedakan proses perendaman karbit pada gas Acetylene (C2H2) dilakukan di pabrik Asetilin sehingga pengelasan di user atau pemakai lebih bersih karena tidak menghasilkan limbah dari karbit.

2. Sinar Las

Seorang welder atau operator las pada pengelasan argon wajib hukumnya memakai kedok/masker safety pada saat melakukan pengelasan. Hal ini disebabkan radiasi sinar yang dipantulkan oleh sumber api listrik sangatlah terang, oleh karena itu digunakan masker yang dilengkapi kaca hitam yang dirancang untuk meredam atau mengurangi silau pada mata, dan juga agar cairan logam bisa terlihat jelas dan dapat dengan mudah diarahkan. Apabila tidak menggunakan masker las mustahil akan mendapatkan hasil pengelasan yang baik sesuai standar dan tentu akan membuat mata menjadi bengkak dan berair, serta terasa pedih.

3. Alasan penggunaan

Pengelasan Argon lebih bersih dibandingkan pengelasan dengan menggunakan Gas Acetylene (C2H2), las karbit maupun elektroda. Hal ini dikarenakan gas Argon yang digunakan untuk mendukung proses pengelasan hampir tidak menghasilkan limbah atau polusi, hanya mengeluarkan sedikit asap. Sedangkan hasil pengelasan pada material besi yang dilas hasilnya lebih bersih, karena pengelasan jenis ini tidak menimbulkan percikan logam maupun kerak.

4. Rapih dan Halus

Hasil pengelasan Argon sangat mungkin rapi dan halus, serta bisa menjangkau posisi sempit tanpa mengorbankan performance/tampilan, hasil pengelasan tetap bisa kecil dan lurus, dan bisa digunakan untuk material dengan ketebalan logam 50mm atau lebih sampai dengan 1mm bahkan yang lebih tipis lagi.

5. Aplikasi pengelasan Stainless Steel (SS),

Hal ini mungkin akan jadi alasan utama, karena las Acetylene (C2H2) dan karbit tidak bisa digunakan untuk mengelas material besi logam  SS, dan las elektroda/stick masih dapat digunakan hanya untuk material dengan tebal 2mm atau lebih saja, itupun masih meninggalkan percikan atau kerak kotoran yang kadang susah dibersihkan sehingga tidak disarankan untuk pengelasan pada material yang ada kontak langsung dengan produk farmasi, food & baverage dan kosmetik.

Jual Gas Argon

Setelah mengetahui keunggulan pengelasan las Argon, PT. Gas Depo Industry sebagai agen distributor supplier gas Argon menjual Gas Argon dan gas-gas industri lainnya seperti : Nitrogen (N2), Carbon Dioxide (Co2), Helium (He), Hydrogen (H2), Oxygen (O2), Propane (C3H8), Acetylene (C2H2), Amonia (NH3), Methane (CH4), Compressed air (Udara Tekan), Carbon Monoxide (CO), Sulfur Haxafluoride (SF6), Nitrous Oxide (N2O), Hydrogen Sulfide (H2S), Mixed Gas, Calibration Gas, Elpiji Pertamina LPG, Sulfur Dioxide (SO2) dan lain-lain.

Semua gas tersedia dalam kemasan ukuran volume tabung gas yang dikehendaki pelanggan mulai dari 1m3, 1,5m3, 2m3, 6m3, 7m3 dengan tekanan kerja 150 Bar dan ukuran volume tabung gas 10m3 dengan tekanan kerja 150 Bar dan 200 Bar. Gas Argon (Ar) tersedia dalam tingkatan grade kemurnian atau purity antara lain :

  • Welding Grade (WG) atau kadang disebut juga Industrial Gas (IG)
  • High Purity (HP) Grade
  • Ultra High Purity (UHP) Grade

segera hubungi tim sales dan call center kami untuk pemesanan produk Gas Argon (Ar) dari PT. Gas Depo Industry.

Call Center : 08179867722

E-mail : sales@gasdepo.co.id

Pengelasan Argon

Pengelasan Argon bisa dikatakan tergolong penemuan baru dalam dunia teknik las atau welding. Teknik pengelasan dengan las Argon termasuk dalam golongan TIG Welding (Tungsten Inert Gas) yang merupakan proses pencampuran bersama logam reaktif seperti stainless, aluminium dan magnesium. Jenis teknik pengelasan ini membutuhkan panas yang stabil dengan titik didih lebih dari 3.000 derajat Celcius dalam pengoperasiannya sehingga hasil lasnya lebih merata dan  menjadikan molekul besi bisa menyatu dengan sempurna.

Argon Welding

fungsi Gas Argon yang dikenal karena kemurnian kimianya pada suhu ekstrem tinggi dalam aplikasi TIG Welding adalah sebagai gas pelindung (shield). Selain Penggunaan Gas Argon (Ar) murni dalam TIG Welding, biasanya dapat juga digunakan jenis Gas Helium (He), Gas Karbondioksida (Co2), bahkan kombinasi antar jenis gas diatas menghasilkan jenis mixed gas baru seperti : perpaduan antara Gas Argon (Ar) kadar 56% atau 80% dengan Gas Karbondioksida (Co2) kadar 43% atau 20% menghasilkan jenis gas yang dikenal dengan nama Gas Arcal atau Gas Argonshiled atau Gas Arsil yang dapat menjamin penetrasi pengelasan dan kecepatan las yang lebih tinggi.

Gas Argon banyak dipakai dalam pengelasan TIG Welding dikarenakan Argon mempunyai berat yang lebih berat dari pada udara sekitar dan gas ini memberikan cakupan yang lebih baik pada saat pengelasan. Apabila dibandingkan dari semua proses pengelasan konvensional atau pengelasan umum yang sering digunakan dalam industri, teknik pengelasan Argon sering dianggap yang paling sulit dimana seorang Welder atau Tukang Las harus dapat mempertahankan panjang busur pendek/pakan (Arc) dan juga diperlukan keterampilan dan keahlian yang diperlukan untuk mencegah kontak antara elektroda dan benda kerja.

Apa Itu Gas Argon ?

Gas Argon dengan lambang rumus kimia Ar  adalah jenis gas yang bersifat tidak berasa (tasteless), tidak ada warna (colorless), tidak beracun (non-toxic), tidak mudah terbakar (non-flammable), tidak ada bau (odorless), dan bersifat inert. Pada skala industri  Gas Argon (Ar) diproduksi dalam volume dan jumlah yang besar di pabrik pemisahan udara yang membagi udara menjadi Oksigen (O2), Nitrogen (N2), dan Argon (Ar). Dikarenakan Gas Argon (Ar) memiliki jumlah presentasi yang sangat kecil hanya sekitar 1 % dari udara atmosfer bumi sehingga menyebabkan sesekali Gas Argon (Ar) untuk kebutuhan industri menjadi langka dipasaran, hal ini diakibatkan karena besarnya permintaan (demand) lebih besar daripada produksi (Supply).

Jual Gas Argon

FOTO GAS PRODUCT

PT. Gas Depo Industry sebagai perusahaan liquid dan gas industri terintegrasi menjual Gas Argon (Ar) dan merupakan agen distributor supplier dan tempat refill serta isi ulang Gas Argon (Ar) terbaik dan terpecaya dengan harga termurah, kualitas isi terjamin presisi tinggi, ready stock, delivery cepat, dan pelayanan yang memuaskan dari PT. Gas Depo Industry. Gas Argon (Ar) tersedia dalam kemasan ukuran volume tabung gas 1 m3, 1.5 m3, 2 m3, 6 m3, 7 m3 dengan tekanan 150 Bar dan ukuran volume tabung gas 10 m3 dengan tekanan 150 Bar dan 200 Bar dan tersedia isi gas Argon (Ar) dalam tingkatan kemurnian atau grade purity yang dikehendaki pelanggan : Welding Grade (WG) atau kadang disebut juga Industrial Grade (IG), High Purity (HP) Grade, dan Ultra High Purity (UHP) Grade 99,999%.

Segera hubungi tim sales dan call center kami untuk mendapatkan produk Gas Argon (Ar) untuk pengelasan dari PT. Gas Depo Industry.

Call Center : 08179867722

E-mail : sales@gasdepo.co.id

Nitrogen Regulator

Nitrogen Regulator dijual dengan harga murah bersaing, delivery cepat, ready stock, dan pelayanan yang dapat diandalkan dari PT. Gas Depo Industry. Regulator Nitrogen tersedia dalam berbagai merk, type dan model sesuai dengan permintaan yang dikehendaki pelanggan seperti regulator HARRIS USA, GENTEC, CHIYODA dan merk lainnya. Selain untuk regulator Nitrogen, PT. Gas Depo Industry juga menjual regulator untuk gas-gas industry lainnya seperti regulatir untuk gas Argon (Ar), Hydrogen (H2), Oxygen (O2), Carbon Dioxide (Co2), Helium (He), Acetylene (C2H2), Methane (CH4), Compressed Air (Udara Tekan), Propane (C3H8), Sulfur Hexafluoride (SF6), Nitrous Oxide (N2O), Mixed Gas, Elpiji Pertamina LPG, dan sebagainya.

Regulator

Gas Nitrogen

Gas Nitrogen dengan lambang rumus kimia N2 merupakan gas yang sangat umum dipakai oleh manusia, dan mulai dikenal dewasa ini sebagai gas pengisi ban pada kendaraan bermotor seperti untuk ban mobil dan ban motor, namun sebenarnya aplikasi gas ini sangatlah luas dan bisa dikatakan sudah menjadi bagian kehidupan manusia serta tidak terbatas hanya pada pengisian ban saja. Aplikasi Gas Nitrogen (N2) dipakai oleh banyak industri seperti untuk industri Oil and Gas, Food and Beverage, Pharmaceutical, Oleochemical, Chemical and Petrochemical, Automotive Parts, dan lain-lain.

Gas Nitrogen (N2) adalah gas yang tidak berbau (odorless), tidak berasa (tasteless), tidak berwarna (colorless), dan bersifat Inert. Kandungan Gas Nitrogen (N2) dalam bumi mengisi kira-kira 70 % atmosfer bumi sisanya Oxygen (O2) 28 %, Argon (Ar) 1 % dan gas mulia lainnya. Seiringi dengan perkembangan jaman dan arus industrialisasi yang mengakibatkan naiknya akan permintaan Gas Nitrogen (N2). Pada skala industri, Gas Nitrogen (N2) dihasilkan dalam jumlah dan volume yang besar di pabrik pemisahan udara yang membagi, menyaring, memampatkan dan mendinginkan udara pada suhu ekstrem -210 derajat Celcius menjadi Gas Oxygen (O2), Nitrogen (N2), dan Argon (Ar).  Pemakaian Gas Nitrogen (N2) terbagi menjadi dua jenis bentuk yaitu Nitrogen Cair dan bentuk gas Nitrogen.

Wadah penyimpanan dalam bentuk cair antara lain :

Nitrogen (N2) pada bentuk cair (Liquid N2) disimpan dalam wadah kontainer bejana antara lain :

  • Tabung Dewar : dipakai untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas dibawah 50Liter
  • Tabung Portable Gas Supply (PGS) atau Vessel Gas Liquid (VGL): dipakai untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas 150 Liter keatas
  • Tanki/Cryogenic Tank atau Bulk atau Isotank : dipakai untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas 1.000 Liter keatas

Sedangkan wadah penyimpanan dalam bentuk gas tersedia dalam wadah kontainer bejana yang terbuat dari baja atau aluminium yang pada umumnya disebut tabung gas baja dengan berbagai ukuran volume tabung mulai dari ukuran 1m3, 1.5m3, 2m3, 6m3, 7m3 dengan tekanan kerja 150 Bar dan tabung ukuran 10m3 dengan opsi tekanan kerja 150 Bar dan 200 Bar.

FOTO GAS PRODUCT

Jual Nitrogen Regulator

Regulator Gas merupakan suatu alat yang dipakai untuk mengatur tekanan baik itu tekanan kerja masuk (Inlet Delivery Pressure) maupun tekanan kerja keluar (Outlet Delivery Pressure) agar sesuai dengan pemakaian yang dikehendaki user atau pemakai. Terdapat banyak Regulator dalam berbagai merk tergantung asal produsen manufakturnya yang kebanyakan dari China dan Amerika Serikat (USA), namun kadang-kadang pemakai bisa sangat minded pada satu merk regulator tertentu.

Sebelum membeli regulator dan mempergunakan regulator gas, harus diperhatikan hal-hal berikut :

  1. Regulator tersebut diaplikasikan atau diperuntukan untuk jenis gas apa? karena pada dasarnya setiap jenis gas mempunyai spesifikasi regulator yang berbeda, dan biasanya dunia internasional menerapkan beberapa standarisasi antara lain : Compressed Gas Association (CGA) dari Amerika Serikat, British Standard (BS) dari Inggris, Deutsches Institut für Normung (DIN) dari Jerman, dan Japanese Industrial Standard (JIS) dari Jepang
  2. Tekanan yang diinginkan atau dikehendaki baik tekanan masuk maupun tekanan keluar
  3. Kualitas Regulator yang biasanya seiring dengan harganya yang agak mahal dan merk sudah diketahui secara umum kualitasnya seperti Regulator gas merk HARRIS USA.

FOTO EQUIPMENT1

Setelah mengetahui keterangan Regulator gas diatas, tinggal mengaplikasinya pada jenis gas apa yang dalam hal ini Gas Nitrogen (N2).

Segera hubungi tim sales dan call center kami untuk pemesanan produk Regulator Gas Nitrogen (N2) dari PT. Gas Depo Industry.

Call Center : 08179867722

E-mail : sales@gasdepo.co.id

Harga Gas Nitrogen UHP 99,999%

Harga Gas Nitrogen (N2) Ultra High Purity (UHP) terbaik dari PT. Gas Depo Industry dengan tingkat purity atau kemurnian 99,999% sangat sesuai untuk segala aplikasi kebutuhan industri Anda seperti untuk industri Food and Beverage, oil and gas, pharmaceutical, chemical and petrochemical, packaging, automotive and parts, electric and electronics, oleochemical, dan sebagainya. PT. Gas Depo Industry merupakan agen supplier dan distributor gas Nitrogen (N2), tersedia dalam tiga tingkatan : Welding Grade (WG), High Purity (HP) Grade, dan Ultra High Purity (UHP) Grade.

FOTO GAS PRODUCT

Gas Nitrogen UHP

Gas Nitrogen dengan lambang kimia N2 adalah gas yang bersifat inert, tidak ada rasa (tasteless), tidak berwarna (colorless), dan tidak berbau (odorless). Gas Nitrogen (N2) menempati sekitar 70% ruang atmosfer udara bumi sisanya Gas Oxygen (O2) 28%, Gas Argon (Ar) 1%, dan gas-gas lainnya. Pada level atau skala industri, Gas Nitrogen (N2) dihasilkan dalam volume dan jumlah yang besar di pabrik pemisahan udara dimana udara disaring, dibagi, dipampatkan dan didinginkan pada suhu yang sangat rendah (Cryogenic) sehingga berubah bentuk menjadi cair atau liquid yang kemudian ditransport dengan menggunakan truck lorry tank ke filling station terdekat dan prosesnya dibalikan kembali menjadi gas dikemas dalam wadah tabung gas.

Perbedaan antara Welding Grade (WG), High Purity (HP), dan Ultra High Purity (UHP) adalah terletak dikandungan Nitrogen (N2) dan gas pengikut lainnya yang ada di dalam tabung gas. Contohnya dalam tingkat purity Welding Grade (WG) kadar kandungan Gas Oksigen (O2), Air atau H2O, serta Total Hydro Carbon (THC) masih sangat tinggi sehingga perlu treatment tabung lebih lanjut agar Nitrogen (N2) menjadi lebih jernih (pure) menjadi Ultra High Purity (UHP), namun banyak juga industri yang membutukan tingkat purity rendah Welding Grade (WG) seperti untuk pengisi ban kendaraan bermotor dan lain-lain.

Distribution

Harga Gas Nitrogen UHP termurah

PT. Gas Depo Industry menjual gas Nitrogen (N2) UHP dalam wadah kemasan tabung gas yang dikehendaki pelanggan mulai dari 1m3, 1.5m3, 2m3, 6m3, 7m3 yang tersedia dalam tekanan kerja 150 Bar, dan ukuran volume tabung gas 10m3 yang tersedia dalam tekanan kerja 150 Bar dan 200 Bar. Pelayanan kami yang cepat responsif, harga murah bersaing, jaminan supply yang dapat diandalkan, delivery cepat, dan pelayanan yang memuaskan  siap membantu segala kebutuhan gas Nitrogen (N2) terutama Nitrogen (N2) Ultra High Purity UHP 99.999 %.

Segera hubungi tim sales dan call center kami untuk pemesanan produk terbaik kami Nitrogen  (N2) UHP dari PT. Gas Depo Industry.

Call Center : 08179867722

E-mail : sales@gasdepo.co.id

Happy New Year 2014

Segenap Keluarga Besar PT. Gas Depo Industry Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014

Tak terasa tahun 2013 telah meninggalkan kita dan tahun 2014 datang menyapa. Tahun yang baru mendatangkan harapan dan cita-cita yang baru, perjalananpun akan penuh dengan tantangan dan halangan yang pasti akan terus menghadang, berbekal falsafah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” PT. Gas Depo Industry sebagai perusahaan liquid dan gas industri terintegrasi akan terus berinovasi, konsisten, profesional dan memperbaiki diri agar seluruh customer kami merasa puas dan menjadikan kami sebagai partner penyedia gas industri terdepan mereka.

Trend bisnis gas industri setiap tahunnya mengalami perubahan yang sangat signifikan, dan kami menyadari ditengah tingginya permintaan dan semakin ketatnya persaingan gas-gas industri nasional, PT. Gas Depo Industry harus berbeda dengan perusahaan gas lainya, bermodalkan pengalaman, kesungguhan dan kerja keras yang didukung kepuasan pelanggan sebagai mitra kerja, kami siap membantu kebutuhan gas industri Anda.

 

Salam

Faizal Alief

Jual Regulator Oksigen

Jual Regulator Oksigen untuk segala keperluan baik untuk keperluan medis maupun untuk keperluan industri dengan harga murah bersaing, jaminan barang ready sock, delivery ekstra cepat, dan pelayanan yang prima dari PT. Gas Depo Industry. Perusahaan kami merupakan distributor, agen dan supplier berbagai merk regulator oksigen Industri seperti HARRIS, GENTEC, dan sebagainya. Kami juga menjual regulator Oksigen untuk keperluan medis antara lain merk Sharp, GEA, Lotus, dan lain-lain. Selain Regulator Oksigen kami juga meyediakan regulator untuk gas industri dan gas spesial lainnya seperti regulator untuk : Argon (Ar), Nitrogen (N2), Hydrogen (H2), Helium (He), Nitrous Oxide (N2O), Carbon Dioxide (CO2), Acetylene (C2H2), Propane (C3H8), Methane (CH4), Compressed Air (Udara Tekan), Carbon Monoxide (CO), Hydrogen Sulfide (H2S), Sulfur Hexafluoride (SF6), Elpiji Pertamina LPG, dan gas-gas lainnya.

FOTO EQUIPMENT1

Regulator Gas Oksigen Terbaik

Regulator gas adalah alat yang digunakan untuk mengatur tekanan masuk (inlet pressure) dan tekanan keluar (outlet pressure) agar sesuai dengan tekanan pemakaian yang dikehendaki user atau pengguna. Ada banyak sekali jenis merk regulator yang beredar di pasaran berasal dari berbagai produsen atau manufaktur yang kebanyakan dari China dan Amerika Serikat, namun kadang-kadang user atau pengguna bisa sangat minded atas brand merk tertentu. Sebelum membeli regulator harap diperhatikan beberapa hal :

  1. Setiap Regulator gas mempunyai sepesifikasi jenis regulator yang berbeda-beda dengan kata lain Regulator untuk tabung Oxygen (O2) akan berbeda spesifikasinya dengan regulator untuk tabung Hydrogen (H2) atau jenis gas lainnya, jadi harus diketahui dulu regulator tersebut diperuntukan atau diaplikasikan untuk jenis gas apa? Dunia Internasional biasanya berkiblat atau berpatokan pada Compressed Gas Association (CGA) dari Amerika Serikat, Japanese Industrial Standard (JIS) dari Jepang, British Standard (BS) dari Inggris, dan Deutsches Institut für Normung (DIN) dari Jerman.
  2. Tekanan yang diingikan baik tekanan kerja masuk (inlet) maupun tekanan kerja keluar (outlet).
  3. Kualitas regulator yang biasanya seiring dengan harganya yang mahal dan brand merk regulator yang sudah diketahui atau dipakai oleh orang banyak seperti regulator Harris dan sebagainya.

Regulator

Regulator Gas Medis

Makhluk hidup seperti manusia membutuhkan Gas Oxygen (O2) untuk bernafas, ketika seseorang sakit kadang orang tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk bernafas sehingga harus dibantu dengan bantuan oksigen dari tabung gas, dan agar tekanan Gas Oxygen (O2) yang ada di dalam tabung gas sesuai dan sama dengan ritme tekanan udara yang ada di paru-paru manusia maka diperlukanlah regulator untuk mengatur tekanan tersebut. Selain Gas Oxygen (O2) yang umumnya dipakai dalam kegiatan medis, ada juga Gas Udara Tekan (Compressed Air) dan gas Nitrous Oxide (N2O) yang dipakai dalam pembiusan.

Segera hubungi tim sales dan call center kami untuk pemesanan produk regulator gas Oksigen (O2) dan regulator gas lainnya dari PT. Gas Depo Industry.

Call Center : 08179867722

E-mail : sales@gasdepo.co.id

 

 

Es Krim Nitrogen Trend Kuliner Saat Ini

Sejarah mencatat bahwa manusia mengenal teknik kuliner ketika manusia purba mulai membakar daging hewan buruan, dan hingga saat ini teknik pemanggangan dan pembakaran diatas bara api masih dapat kita temukan mulai dari masyarakat yang paling primitif dan terisolir sampai manusia modern. Seiring waktu, variasi dan jenis kuliner semakin berkembang bersamaan dengan perkembangan cara-cara bercocok tanam dan ditambah dengan adanya perkembangan teknologi pengolahan hasil-hasil tanam tersebut.

Jenis kuliner yang dulunya monoton dengan hanya menggunakan bara api kini makin bervariasi dan mulai merambah kepada sensasi rasa dingin atau es, maka diciptakanlah “ES KRIM”.

Sejarah Ice Cream atau Es Krim

Orang belum mengetahui secara pasti kapan Ice Cream atau Es Krim dalam pengucapan Bahasa Indonesia diciptakan, namun ada beberapa laporan seperti dari BBC yang melaporkan bahwa campuran beku susu dan beras ditemukan di Cina sekitar 200 Sebelum Masehi (SM), dan di tahun 618-97 M, Raja Tang dari Dinasti Shang telah menyuruh 94 orang untuk membuat hidangan yang terbuat dari susu kerbau beku, tepung, dan kamper. Dalam kabar lain, Kaisar Nero dari Romawi telah membawa es dari gunung dan dikombinasikan dengan topping buah.

Resep rasa es pertama kali muncul dalam Bahasa Perancis pada tahun 1674 di “Nicholas Lemery’s Recueil de curiositéz rares et nouvelles de plus admirables effets de la nature” dan juga muncul resep untuk rasa es di “François Massialot’s Nouvelle Instruction pour les Confitures, les Liqueurs, et les Fruits” yang dimulai dengan edisi 1692. Namun secara umum, diprediksi resep es krim pertama kali muncul pada abad 18 di Inggris dan Amerika yaitu dengan diterbitkannya sebuah resep es krim di “Mrs. Mary Eales’s Receipts” di London pada tahun 1718.

Dahulu, pembuatan eskrim bisa dikatakan membutuhkan waktu lama, membutuhkan kesabaran dan bisa dikatakan agak merepotkan. Proses ini dimulai dengan membuat adonan eskrim dari bahan yang umumnya campuran susu, gula dan mix buah-buahan atau rasa lainnya dimasukan ke pembeku bisa ke dalam lemari pendingin atau dengan cara konvensional yaitu dengan  mengelilingi ember yang beirisi adonan es krim tersebut dengan menggunakan es dan garam kemudian diaduk terus-menerus sampai menjadi lengket dan jadilah es krim. Namun saat ini, dan seiring dengan perkembangan jaman, es krim bisa dibuat secara instan dengan menuangkan nitrogen cair atau liquid nitrogen kedalam adonan es krim tersebut dan …. voila… jadilah es krim instan.

Apa itu Nitrogen ?

Nitrogen dengan lambang rumus kimia N2 adalah gas yang tidak ada berbau (odorless), tidak berwarna (colorless), tidak berasa (tasteless), dan termasuk jenis gas Inert yaitu gas diatomik bukan logam yang stabil dan sangat sulit berekasi dengan unsur dan senyawa lainnya. Nitrogen (N2) mengisi kurang lebih 78% komposisi atmosfer bumi sisanya Oxygen (O2) 21%, Argon (Ar) 1% dan gas lainnya. Pada skala industri, Nitrogen (N2) diproduksi dalam jumlah kuantiti dan volume yang besar di pabrik pemisahan udara dengan menghisap, menyaring, membagi, memampatkan, mendinginkan dan terakhir mencairkan udara menjadi tiga jenis gas yaitu Nitrogen (N2), Oksigen (O2), dan Argon (Ar). Nitrogen (N2) berubah wujud dari bentuk gas menjadi cair pada suhu cryogenic yang sangat rendah yaitu -210 derajat celcius.

Pada dasarnya Nitrogen (N2) berbentuk gas dan melalui proses industri, Nitrogen (N2) dapat dicairkan melalui proses cryogenic atau yang disebut Nitrogen (N2) Cair (liquid) namun apabila suhu naik, Nitrogen (N2) dapat kembali menjadi gas.  Sedangkan aplikasi Nitrogen (N2) untuk Es Krim yang dipakai adalah kerendahan suhu Nitrogen (N2) cair untuk mendinginkan temperatur Es Krim sehingga membeku dalam waktu singkat tanpa harus merubah rasa.

Kontainer atau Wadah Nitrogen (N2) untuk es krim

Nitrogen (N2) cair harus dikemas dalam kemasan atau kontainer yang didesign untuk menjaga suhu agar tetap stabil sehingga Nitrogen (N2) tetap menjadi cair (liquid) dan tidak menjadi gas, berikut macam kontainer atau wadah untuk menjaga Nitrogen (N2) tetap cair, Nitrogen (N2) pada bentuk cair (Liquid N2) atau kadang disingkat LIN disimpan dan ditransport dalam wadah kontainer bejana antara lain :

  • Tabung Dewar : dipergunakan untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas dibawah 50LiterTabung dewar
  • Tabung Vessel Gas Liquid (VGL) atau Portable Gas Supply (PGS) : dipergunakan untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas 150 Liter keatas

VGL

  • Tanki/Cryogenic Tank atau Bulk atau Isotank : dipergunakan untuk menyimpan Nitrogen (N2) cair kapasitas 1.000 Liter keatasTanki  Liquid Gas O2, N2, Ar, CO2, He, H2

 Tips Cara Membuat Es Krim Nitrogen

Setelah mengetahui jenis wadah kontainer Nitrogen (N2). Pembuatan es krim dengan menggunakan Liquid Nitrogen (N2) bisanya dilakukan oleh restaurant atau pengusaha kuliner, namun untuk skala rumah dan coba-coba tentu akan merogoh kocek Anda, hal ini dikarenakan wadah kontainer Nitrogen cair bisa terbilang agak mahal dan kadang harus impor dimana membutuhkan waktu yang agak lama (indent) untuk mendatangkannya ke Indonesia, sedangkan liquid Nitrogen bisa dibilang agak murah namun membeli liquid harus juga membeli kontainernya juga kan? Liquid Nitrogen bisa direfill kembali.

Tempat Jual Tabung VGL / PGS dan Tempat Refill serta Isi Ulang Nitrogen Cair

PT. Gas Depo Industry sebagai perusahaan Liquid dan Gas Industri  teintegrasi menyediakan Tabung Dewar dan Tabung Vessel Gas Liquid (VGL) atau Portable Gas Supply (PGS) dalam berbagai ukuran dan merk yang dikehendaki pelanggan seperti Tabung Dewar merk Taylor Wharton USA, Tabung Dewar merk YDS China dan juga VGL merk BTIC China dan Taylor Wharton USA. Perusahaan kami juga melayani refill atau isi ulang Nitrogen (N2) cair.

Segera Hubungi Tim Sales dan Call Center kami untuk pemesanan kelangkapan alat Nitrogen (N2) untuk Es Krim dari PT. Gas Depo Industry

CALL CENTER : 08179867722

E-MAIL : sales@gasdepo.co.id

Purging Nitrogen

Pesatnya arus industrialisasi dan pembangunan proses produksi membuka banyak kesempatan pada perusahaan jasa atau service. PT. Gas Depo Industry adalah sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang gas industri, gas medis, dan gas spesial terintegrasi yang menawarkan keahlian, kualitas, inovasi, fleksibilatas, dan respon cepat yang berbeda dari perusahaan sejenis lainnya. Platform kami adalah “one stop solution” untuk segala kebutuhan gas industri Anda dan salah satu jasa atau service kami adalah Purging Nitrogen (N2).

Jasa Purging Nitrogen

Purging dalam industri terutama industri migas (oil and gas) adalah serangkaian teknik yang digunakan untuk menggantikan gas yang berbahaya dalam suatu vessel seperti tank, pipe, bulk, tanker maupun jaringan pipa (pipeline) dengan gas yang bersifat inert gunanya adalah untuk memastikan tidak ada jebakan atau cairan yang mudah terbakar (flammable) dengan membatasi jumlah oksigen yang terkandung sehingga tidak bereaksi dengan senyawa hidrokarbon (fuel) yang dapat menimbulkan ledakan atau bisa juga berguna untuk mengeluarkan dan memastikan tidak ada material yang beracun (toxic) yang berada didalam vessel atau pipa.

Purging Pipe, Tanker, Bulk & Tank

Senyawa inert yang digunakan dalam proses purging bukan gas yang bisa terbakar (combustible) atau mendukung proses pembakaran (support combustion) yang biasanya adalah gas Nitrogen (N2) sehingga proses ini umumnya dikenal dengan Purging Nitrogen (N2) atau kadang-kadang juga menggunakan gas Carbon Dioxide (Co2), proses purging dapat dibantu dengan menggunakan media air (flushing), air compressor, atau steam tergantung kondisi.

Sampai saat ini, belum ada standarisasi dalam purging nitrogen yang biasanya tergantung pada acceptance criteria yang diminta client, namun secara umum ada tiga macam metode purging yang biasa digunakan :

  • Displacement Pressure Purging
  • Dilution Purging (Cycle Purging)
  • Vacuum Purging

Jenis peralatan yg dibutuhkan dalam proses purging tergantung dari volume dari system dan nitrogen availability, apabila volume yang diperlukan tidak terlalu banyak cukup memakai Tabung Gas Nitrogen (N2), namun apabila volume yang diperlukan  besar harus menggunakan Nitrogen Lorry Tank lengkap dengan Pompa dan Evaporator, dan apabila lokasi terpencil dan Nitrogen susah didapat, kita bisa menggunakan Nitrogen (N2) Generator lengkap dengan Compressor dan NPU (membrane).

pipeline

Proses purging merupakan proses yang membutuhkan kalkulasi tinggi dan PT. Gas Depo Industry mempunyai pengalaman yang panjang serta didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal menjadikan PT. Gas Depo Industry mumpuni di bidang ini untuk berbagai macam industri seperti Onshore and Offshore Oil & Gas Industry, LNG Industry, Petrochemical Industry, Pipeline Industry, Renewable Energy Industry, Industrial Chemical Industry, Power Generation Industry, Pharmaceuticals and Manufacturing Industry, dan lain sebagainya.

Segera hubungi tim sales dan call center kami untuk mendapatkan pelayanan Purging Nitrogen (N2) dari PT. Gas Depo Industry.

Call Center : 08179867722

E-mail : sales@gasdepo.co.id